Kamis, 30 April 2009

Kloning

Gadis Mati Dilahirkan
Lagi Lewat Kloning

LONDON - Dokter di pusat kesuburan Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengkloning 14 embrio manusia dan mentransfer 11 di antaranya ke rahim empat perempuan kemarin. Pengakuan mencengangkan itu disampaikan Dr Panayiotis Zavos dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Kamis (23/4).

Dr Panayiotis Zavos mengatakan kepada koran Inggris Independent, timnya telah berhasil memproduksi pengkloningan embrio tiga orang yang telah mati, termasuk seorang gadis berusia 10 tahun bernama Cady yang tewas dalam tabrakan mobil di AS. Sel darah Cady dibekukan dan dikirimkan kepada Zavos. Proses kloning itu direkam dalam sebuah video di sebuah laboratorium rahasia di Timur Tengah.

Zavos mengakui mendapat tekanan berat saat akan membuat bayi kloning Cady. Sebab, dia tidak yakin bisa menghasilkan bayi kloning yang sehat. Namun, Dr Zavos mengaku mengabaikan tekanan itu karena pada saat yang sama mendapat banyak permintaan kloning dan semuanya serius. "Aku mendapatkan permintaan tiap hari. Tapi, syaratnya kloning hanya satu-satunya harapan terakhir yang tersisa. Kami tidak tertarik mengkloning Michael Jordans (bintang basket)," kilahnya. Dia menolak efek buruk kloning pada hewan seperti cacat kelahiran, serta ukuran bayi yang lebih besar. Menurut dia, efek itu sudah dapat dikurangi.

Dr Zavos adalah warga AS naturalis dan memiliki klinik kesuburan di Kentucky dan Cyprus tempat dia dilahirkan. Dia bersikeras, usaha serius untuk menghasilkan bayi kloning dari sel kulit orang tuanya akan terwujud. "Tidak ada keraguan dan aku bukan satu-satunya yang akan mewujudkan itu. Kloning akan terjadi," katanya.

Meski menghadapi tekanan kuat dan kemungkinan larangan pemerintah untuk memiliki anak lagi dari kloning, ibu Cady mengaku bahagia dengan upaya Dr Zavos menghidupkan lagi anaknya. "Ini seperti akhir dari sebuah penantian, melihat Cady dalam bentuk bayi lagi," ujar perempuan yang identitasnya disembunyikan itu. (jpnn.com)

Selengkapnya..

Kamis, 23 April 2009

Kembaran Bumi

Astronom Temukan Kembaran Bumi


MIRIP BUMI : Sebuah gambar rekaan artis European Organisation for Astronomical Research menunjukkan citra Planet 'e'. Planet yang mirip dengan planet Bumi ini berjarak 192 triliun kilometer dari Bumi. Foto: AP

HATFIELD - Planet ''kembaran'' bumi ditemukan oleh astronom Eropa. Itu disampaikan dalam konferensi pers oleh Michel Mayor, ahli astrofisika Universitas Hertfordshire, Jenewa, dalam European Weeks ilmu astronomi dan luar angkasa Selasa (21/4).

Planet baru yang diberi nama Gliese 581 e itu diperkirakan memiliki potensi kehidupan dan memiliki laut yang luas. Dilansir Associated Press Rabu (22/4), selama ini telah ditemukan empat planet yang kondisinya mirip bumi. Terakhir pada 2007 ditemukan planet Gliese 581 d. Letaknya lebih dekat dengan Yupiter. NASA menyebutkan, ukurannya bisa lebih dari 1.000 kali permukaan bumi.

Gliese 581 e berukuran 1,9 kali ukuran bumi. Sayang, letaknya lebih dekat dengan matahari yang membuatnya terlalu panas untuk dapat ditinggali. Mayor menambahkan bahwa jaraknya bisa 20 tahun cahaya dari permukaan bumi.

''Penemuan ini luar biasa,'' tutur Geoff Marcy, kompetitor Mayor dari University of California, Berkeley, melalui e-mail seperti yang dilansir Associated Press.

Meski Gliese 581 e terlalu panas untuk ditinggali, penemuan tersebut menunjukkan bahwa alam terdiri atas beberapa planet kecil dalam jumlah banyak. Galaksi berisi 10 miliar planet kecil, bumi termasuk salah satunya. Sedikitnya 350 planet ditemukan di luar sistem tata surya, namun kondisinya kerap ekstrem untuk dihuni. Kebanyakan terlalu jauh atau terlalu dekat dari matahari. Letak itu membuat planet terlalu panas atau dingin. (jpnn.com)


Selengkapnya..

Sabtu, 11 April 2009

Tangan Kosmik

Tangan Kosmik yang Menjangkau Cahaya





INDAH - Ketika 'bintang sekarat' bernama PSR B1509-58 beraktivitas, dan kebetulan berada di dekat awan gas bernama RCW 89, maka pemandangan indah dan menarik ini pun bisa terlihat, sebagai satu dari jutaan peristiwa di luar angkasa sana. Foto: P. Slane, et al./NASA/CXC/SAO.

WASHINGTON DC - Bintang-bintang pulsar adalah bintang yang kecil dan bisa disebut hampir mati, namun masih punya kekuatan besar. Bintang-bintang jenis ini, biasanya berputar dengan kecepatan tinggi dan menerangi sekelilingnya, kerapkali dengan cahaya-cahaya indah bak tampilan siluman. PSR B1509-58 adalah nama bagi salah satu bintang jenis itu, yang diberikan oleh badan antariksa AS, NASA.

Sebagaimana ditulis Space.com beberapa waktu lalu, dan dikutip oleh Yahoo, Selasa (7/4), PSR B1509-58 sebenarnya sudah lama dianggap tidak aktif karena kehabisan "bahan bakar", dan berubah menjadi bentangan ruang udara dengan diameter sekitar 12 mil saja. Namun yang menarik, berdasarkan sebuah gambar terkini dari observatorium Chandra X-Ray milik NASA, "mantan" bintang itu baru saja menghadirkan pemandangan unik yang luar biasa.

Berkas sinar X bertenaga tinggi dari sebuah nebula di sekitar PSR B1509-58, telah menghasilkan cahaya berwarna biru, yang berkembang menjadi bentuk serupa tangan kosmik raksasa yang seolah tengah menjangkau berkas sinar kosmik merah abadi. Kini, bintang pulsar tersebut tengah berputar "gila-gilaan" dengan kecepatan tujuh putaran per detik - sebagaimana lazimnya rotasi bintang sejenis - dan melepaskan energi ke sekeliling yang akhirnya menghadirkan pemandangan itu.

Bidang magnetik yang sangat kuat, 15 trilyun kali lebih kuat daripada bidang magnetik bumi, diperkirakan juga ikut mempengaruhi. Kombinasi kekuatan itulah yang mengarahkan angin berenergi penuh elektron dan ion, bergerak menjauh dari bintang pulsar tersebut. Dan saat elektron-elektron melintasi nebula magnetik itu, mereka menyebarkan radiasi energinya dalam bentuk sinar X.

Sementara itu, cahaya merah itu sendiri sebenarnya adalah awan gas yang lokasinya cukup berdekatan, bernama RCW 89, yang diberi energi hingga berpendar oleh "jari-jari tangan"-nya nebula PSR B1509-58 tersebut. Demikian penjelasan dari para astronom sejauh ini.

Pemandangan ini membentang sepanjang kurang lebih 150 tahun cahaya (1 tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun yakni sekitar 6 trilyun mil atau 10 trilyun km, Red) itu, berjarak sekitar 17 ribu tahun cahaya dari bumi. Artinya lagi, apa yang bisa terlihat sekarang itu, sebenarnya adalah apa yang terjadi pada 17 ribu tahun cahaya yang lalu, yang berkas cahaya (gambarnya) baru bisa ditangkap sekarang oleh lensa buatan manusia.(ito/JPNN.com)

Selengkapnya..

Kamis, 26 Maret 2009

Virtual

Melancong Virtual
Maksimalkan Fungsi Lima Panca Indra




Menikmati dunia virtual menggunakan suatu alat mungkin bukan sesuatu yang baru lagi. Tapi, jika kenikmatan itu melibatkan lima panca indra, bisa jadi baru Virtual Cocoon yang mampu. Helm ajaib ini membuat pemakainya merasakan sensasi bau, rasa, dan sentuhan, selain melihat dan mendengar tentunya.

Virtual Cocoon adalah alat buatan para ilmuwan beberapa universitas Inggris. Ide dasarnya adalah meniru kenyataan, bukan mengganti kenyataan. Proyek yang diklaim sebagai yang pertama di dunia tersebut punya sistem kerja cukup rumit. Menurut tim pengembang, tampilan maya di Virtual Cocoon bisa live maupun memakai data di database.

Untuk melihat, tersedia layar besar yang terletak di hadapan si pemakai. Teropong layar ini punya kecanggihan kualitas gambar di atas rata-rata TV. Visualisasi sempurna itu kemudian dibarengi suara-suara layaknya di dunia nyata. Speaker-nya dipasang surround supaya menyebar dan lebih terasa nyata.

Untuk bau-bauan, ada semacam pipa kecil yang dihubungkan ke hidung. Pipa ini dihubungkan dengan boks yang berisi banyak larutan kimia. Alat yang sama juga bekerja pada indera pengecap. Gas yang keluar dari helm diharapkan menjadi rasa yang bisa dikecap. Untuk suhu udara dan kelembapan, helm ini dilengkapi dengan kipas angin, pemanas, dan alat pengatur suhu.

Contohnya, jika pemakai ingin merasakan sensasi pergi ke Kutub Utara menikmati taburan bintang-bintang, Virtual Cocoon akan menyesuaikan suhu di dalamnya menjadi sangat dingin hingga membuat bibir dan kulit wajah kering. Kita bisa merasakan dingin menusuk tulang. Suasana kutub lengkap dengan suara desir anginnya bisa kita lihat dan dengar.

Bila Virtual Cocoon ini membawa kita ke sebuah rumah makan, untuk mengetahui masakan khasnya, aromanya bisa kita hirup melalui pipa tersebut. Semua sistem itu dirancang terhubung komputer secara nirkabel. Tujuannya, tentu agar bisa dipakai di mana saja.

Virtual Cocoon memang bertujuan untuk menghibur dan meringankan ongkos berkeliling dunia. Namun, alat ini juga bisa dimanfaatkan untuk dunia bisnis, pendidikan, dan pelatihan.

Yang banyak diuntungkan justru para pelajar. Sekarang mereka tidak hanya membayangkan ketika belajar sejarah. Tapi, mereka pun bisa merasakan sengatan padang gurun. Bagi para pebisnis, ini bisa digunakan untuk rapat virtual. Departemen pemadam kebakaran, SAR, staf medis, dan militer bisa menggunakannya untuk pelatihan. Virtual Cocoon mampu menghadirkan kondisi yang sama dengan kejadian nyata.

Prototipenya dipamerkan di acara Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC). Virtual Cocoon mendapat respons positif. Tapi, ada juga yang mengkritik, terutama dengan kesehatan para pemakai. Sebab, ini menyangkut bahan kimia yang langsung dihirup.

"Tak perlu khawatir, kami selalu mengevaluasi, mencari lebih jauh akan implikasi dari alat ini," ujar David Howard, tim pengembang dari York Univercity. Prototipe Virtual Cocoon masih dikembangkan agar aman dan nyaman. (puz/kkn/jawapos.com)

Virtual Cocoon

Pemakai bisa merasakan suhu, kelembapan, bau, rasa, suasana lingkungan, suara, dan sentuhan.

Tampilan yang dinikmati bisa live atau menggunakan data dari database.

Sensasi yang ditimbulkan Virtual Cocoon bisa datang dari beberapa zat kimia yang di dalamnya. Ilmuwan menganggap zat ini aman untuk pemakai.

Sangat membantu pelajar, pemadam kebakaran, tim SAR, staf medis, dan militer untuk memahami objek yang dipelajari.

Selengkapnya..

Polusi Air

Deteksi Polusi Air

Tahan Lama, tanpa Remote Control




Pencemaran terjadi di mana-mana. Tak hanya udara, laut kini juga menjadi sasaran manusia tidak bertanggung jawab. Jika itu dilakukan terus-menerus, pemanasan global bakal berjalan lebih cepat. Artinya, bumi kita akan rusak lebih cepat pula. Untuk menangkalnya, sudah banyak diciptakan robot-robot ikan yang dapat mendeteksi polusi di dalam air.

Robot ikan kali pertama diperkenalkan London Aquarium pada April 2006. Penciptanya adalah Profesor Huosheng Hu dari Essex University. Namun, saat itu robot-robot ikan yang diciptakan hanya untuk kepentingan hiburan.

Baru-baru ini, Profesor Huosheng Hu meng-upgrade ikan-ikan itu. Menggunakan konsep robot yang sama, Profesor Huosheng Hu kini menambah fitur pendeteksi polusi pada ikannya.

Saat ini delapan robot sudah dilepas ke perairan Bay of Biscay di Gijon. Biaya yang digunakan sebesar GBP 20 ribu atau setara dengan Rp 340 juta. Program robot ikan itu merupakan bagian dari kemitraan tiga tahun antara firma konsultasi teknik BMT Group dan Essex University.

Robot berbentuk ikan gurami tersebut berukuran panjang 1,5 meter. Ia memiliki sensor kimia yang dapat mendeteksi bahan bakar kapal dan bahan kimia di air. Robot itu digerakkan baterai yang dapat bertahan selama delapan jam. Hebatnya lagi, robot ikan tersebut dapat bergerak tanpa harus menggunakan remote control.

Menurut Profesor Huosheng Hu, robot ikan itu punya cara kerja berbeda untuk mencegah polusi. Yakni, melacak sumber dari penyebaran itu. Jika percobaan sukses, si robot akan diterjunkan di berbagai belahan dunia untuk melakukan misi yang sama.

Ada pernyataan menarik yang dikeluarkan Rory Doyle, ilmuwan senior dari BMT Group, yang mengembangkan ikan robotik bersama dengan para peneliti dari Universitas Essex. Ada banyak alasan mengapa mereka lebih tertarik membuat robot berbentuk ikan bawal daripada mengembangkan kapal selam konvensional.

"Dengan menggunakan ikan robotik, kami tengah mengembangkan satu desain yang diciptakan proses evolusi berusia ratusan juta tahun dengan energi yang sangat efisien," katanya agak bercanda.

"Efisiensi ini adalah hal yang kami perlukan untuk menjamin bahwa sensor deteksi polusi bisa menjejak lingkungan bawah air selama berjam-jam," imbuh Rory. Robot itu bisa beroperasi secara mandiri, dan dirancang menjelajahi lautan. Ikan-ikan keren tersebut berdaya tahan delapan jam. Rencananya, mereka akan dilepaskan selama 18 tahun ke depan. Ikan-ikan robotik itu akan mengirimkan informasi yang diserapnya ke daratan. Media perantaranya menggunakan teknologi wi-fi. (aul/bs/kkn/jawapos.com)

---

Sistem Kerja

1. Ikan dilepas diperairan luas untuk menjelajah dan mencari sumber polusi yang terjadi di laut.

2. Sensor kimia mendeteksi polusi yang terjadi dari kebocoran bahan bakar kapal, maupun kesengajaan.

3. Ikan menyampaikan informasi yang didapat melalui sebuah charging hub, yang disambungkan melalui koneksi Wi-fi.

4. Pelabuhan yang menerima data, kemudian mengikuti jejak pencemaran tersebut dan melakukan penanggulangan.

Selengkapnya..

Bunuh Situs

Inggris Dituding Bunuh Situs Pertemanan





LONDON - Kebebasan penikmat situs jejaring sosial semacam Facebook di Inggris bakal tereduksi. Itu terjadi setelah pemerintah setempat berencana memantau seluruh aktivitas dan mendapatkan data siapapun yang menggunakan jejaring pertemanan. Data mereka akan disimpan dalam database yang disebut ''Big Brother''.

Terdapat tiga situs yang berada pada daftar teratas. Yakni, MySpace, Bebo, dan Facebook. Pemantauan itu merupakan bagian dari rencana besar untuk merekam semua jejak komunikasi mereka yang tinggal di Negeri Monarki Konstitusional tersebut. Baik yang berupa telepon, e-mail, maupun kunjungan ke situs internet.


Alasan yang dikemukakan Kementrian Dalam Negeri Inggris, pemilik ide pemantauan itu, adalah demi keamanan nasional. Mereka mengkahawatirkan kalau booming jejaring sosial bakal dimanfaatkan kelompok teroris atau geng penjahat. Pemerintah bahkan sudah mengajukan proposal keamanan tersebut ke Uni Eropa sejak aksi pengeboman di London pada 7 Juli 2005. Namun, hingga sekarang Uni Eropa belum menanggapi.

"Banyak lubang keamanan yang kami temukan di berbagai situs pertemanan. Karena itu, kami berusaha agar lubang tersebut tak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu," kata Menteri Dalam Negeri Inggris Vernon Coaker, seperti dilansir Daily Telegraph.

Saat ini, hampir separo populasi Inggris--sekitar 25 juta orang--terdaftar di berbagai jejaring sosial. Facebook, misalnya, memiliki 17 juta anggota asal Inggris. Sementara Bebo, situs yang hanya beranggotakan remaja dan dewasa, memiliki 10 juta pengguna. Jumlah yang sama juga didapati pada MySpace.

Tak pelak rencana pemerintah Inggris itu mendapat protes keras dari banyak pihak. Chris Kelly, kepala pengamanan data Facebook, mengatakan kalau pihaknya berencana untuk melobi Kementrian Dalam Negeri Inggris. "Sebab, rencana pemantauan itu seperti upaya pembunuhan kepada situs pertemanan," katanya. (war/ttg/jpnn.com)

Selengkapnya..

Selasa, 24 Maret 2009

Mobil Terbang



Mobil Terbang Sukses Menembus Awan

SAN FRANSISCO - Impian untuk melayang di angkasa dengan mobil akhirnya bukan sebatas khayalan. Mobil Terrafugian Transition lulus uji coba terbang di Bandara Internasional Plattsburh, San Francisco, Amerika Serikat. Orang di balik kemudi kendaraan masa depan tersebut adalah Kolonel Phil Meteer dari USAFR (United States Air Force Reserve).

''Terobosan ini telah mengubah dunia mobil pribadi. Perjalanan menjadi lebih bebas tanpa hambatan dan ditambah dengan pengalaman terbang yang unik. Penemuan ini telah ditunggu-tunggu sejak 1918,'' kata Carl Dietrich, pimpinan eksekutif Terrafugia, seperti dilansir vnunet.

Mobil terbang yang mampu menembus awan dengan kecepatan 115 mil per jam itu memiliki bentuk unik. Bagian depan layaknya mobil kebanyakan. Namun, bagian belakang berpenampilan mirip pesawat. ''Nopol'' kendaraan, yaitu N302TF, diletakkan di badan kendaraan sisi belakang, bukannya ditaruh di bumper depan dan belakang.


Kendaraan berteknologi canggih itu dilengkapi fasilitas pilot otomatis yang bisa digunakan selama 30 detik. Sayang, kapasitasnya hanya dapat mengangkut dua orang.

Soal bahan bakar, mobil terbang itu terhitung irit. Untuk terbang per jam dengan kecepatan rata-rata 115 mil, cukup menggunakan lima galon bahan bakar.

Lantaran bisa melayang di angkasa, untuk mengemudikan mobil itu pemerintah Amerika Serikat berencana mengeluarkan peraturan khusus. Yaitu, harus memiliki lisensi semi pilot. Karena itulah, bagi yang berminat memiliki mobil tersebut, departemen penerbangan bakal membuka kelas baru untuk ''penerbangan ringan''. (war/ami/jpnn.com)


Selengkapnya..