NAMAmu dalam Ejaan Jepang
Kadang jadi Lucu
Please fill your name in Japanese (refer to table below) and send it to all of your friends to show how crazy it looks like.... and have fun.
PLEASE PASS IT ON........ DON'T SPOIL THE FUN
A – ka B - tu C - mi D - te E - ku
F - lu G - ji H - ri I - ki J - zu
K - me L - ta M - rin N - to O - mo
P - no Q - ke R - shi S - ari T - chi
U - do V - ru W -mei X - na Y - fu
Z - zi
**** Mine is the last so add your name to the list too......... ....
1. Carmen - Mikashirinkuto
2. Ikenna - Kimekutotoka
3. Jane - Zukatoku
4. Noah - Tomokari (U can just call me 'Kari)
5. Gideon - Jikitekumoto
6. Chibuzo - Mirikitudozimo
7. Ansa - katoarika
8. Deborah-tekutumoshikari
9. Lazarus - Takazika
10. Adeola-Katekumotaka
11. Lekan - kikumekato
12. Uche- Domiriku
13. Enyinnaya - kutofutotokafuka (what a name indeed)
14. Chike--Mirikimeku
15. ISAAC...kiarikakami (just call me kami)
16. Mariam- Rinkashikikarin ( simply call KIKA)
17. Zusi-Zidoariki (Zido or Riki)
18. Kenneth - Mekutotokuchiri (hmmm.... I think i like kuchiri)
19. Juliet - Zudotakikuchi (Dot sounds cool)
20. Moji - Rinmozuki
21. Wale -Meikataku
22. Florence - lutamoshikutomiku (sounds like yoruba)
23. Benedict- Tukutokutekimichi
24. Sade - Arikateku
25. David - Tekarukite (just call me Tekarukite!)
26. Sachin - arikamirikito ....puuuffff finally done :))
27. Pradeep - noshikatekukuno..Wow starts with a No and ends with one as well.
28. Anija - katokika
29. Rajendra - Shikazukutoteshika
30. Rahul - shikaridota
31. Ananth - katokatochiri
32. Vijay - Rukizukafu Looks funny haaaaaan!!!!!!!! Rukizukafu .!.
33. Anitha- Katokichirika
34. Umesh- Dorinkuariri dooooooooooooooooooooooooo
35. Sheena - Aririkukutoka (Decide what u wanna call me)
36. Manu - Rinkatodo ( At last you 'Do' it....).
37.Pooja-Nomomozuka
38. Varun - Rukashidoto
39.Prathibha - noshikachirikiturika.. J
40.Neena-tokukutoka
41. Lincy - Takitomifu
42. Binoy - Tukitomofu
43. Arun - Kashidoto
44. Cinchu - Mikitomirido
45.Sangeetha - arikatojikukuchirika
46.Rajeswari---Shikazukuarimeikashiki(Oh...wat a pity!!!!!)
47.Anu- Katoru
48.Yamini- fukarinkitoki
49. Dorinka Aririkatomekashi
50. Firdouse-lukishitemodoariku
51. Amala Manju karinkataka rinkatozudo
52. sherin -ariri kushi kito..
53. Rekha - Shikumerika....
54.Prabu-noshilutudo
55.Suganthi-aridojikatochiriki
56 subrahmanyam-aridotushikaririnfukarin
57 ashok - kaaririmome
58 yogesh-Fumojikuariri
59 Vivek --- Rukirukume ( i gess this is a hindi word )
60.Ashruto - kaaririshidochimo
61. Ayan - kafukato
62.Deepti- Tekukunoki
63. Fouzia - lumodozika
64. Yogesh- fumojikuariri (Yeh kya hai J)
65. Shailendra - aririkakitakutoteshika
66. Girish - jikishikiariri (Seems like some one is sneezing J )
68.SANTANU-arikatochikatodo (it seems to do something... J)
69. Abhijeet-KaTuRiKiZuKuKuChi (Hows it??? JJJ )
70 VIshal - RUKIARIRIKATA ( Abe ye kya ho gaya re mere naam ko. JJ )
71 Siddharth- ARIKITETERIKASHICHIRI
72 Anvita- katorukichika
73 Ranju-CHIKATOZUDO
74 Nidhi - tokiteriki
75 Mekhla Rinkumeritaka
76 Neelabh Tokukutakaturi
77. Prakhar(97513,Hydrabad)-Noshikarikashi
78. Varun(97694,Pune) Rukashidoto
79. Neha- tokurika
80. Deepika - tekukunokimeka
81. Anurag- katodoshikaji
82.Rajiv-shikazukiru
83.siva - arikiruka
84 Natarajan - tokakikashikazukato
85 dhrubo - TERISHIDOTUMO
86 Indro - Kitoteshimo (call me Kito)
87 - kashikuarikari... hahaha!
88. yana - fukatoka (wat a name!)
89. aridoshikitoka (weird name!!)
90. Arwynn Nur Sabrina .is .Kashimeifutoto Todoshi Arikatushikituka...(hehehe what a mouthful....)
91. Sabrina ( arikatushikitoka )....hahaha
92. Rahayu (shikarikafudo) (i prefer to be called Shika)
93. Morny - Rinmoshitofu (PLS DONT call me TOFU, u can call me Rin..)
94. Arthur - Kashichiridori
95. Zana - Zikatoka
96.FAHMI - LUKARI'RINKI (CALL ME RINKI)
97.FANA >> LUKATOKA (hehe)
98. FARHAN/TULANG ~ LUKASHIRIKATO/CHIDOTAKATOJI
99. RABIAH - SHIKATUKIKARI (CALL ME SHIKATU FOR SHORT HAHA SAY IT FASTER! FASTER FASTER!!!!)
100. Rozzy - Shimozizifu (call me zizi haha still sounds ok what!)
101. Albaniaa - katatukatukatokika (TOKI KAU!)
102. SAL SALAM - arikata arikatakarin (Ok lah tu...adik beradik Maya Karin!)
103. ADI - KATEKI (aku??? Katek??? hmm)
104 Amen - KARIN KUTU - Tak de makne seh bila aku ada kutu....
Rabu, 19 November 2008
E-mail Sahabat
KENAPA AKU DIUJI?
'Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.'
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
'Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.'
-Surah Al-Baqarah ayat 216
KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN INI?
'Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. '
-Surah Al-Baqarah ayat 286
RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?
'Janganlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.'
- Surah Al-Imran ayat 139
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
'Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). '
-Surah Al-Imran ayat 200
'Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk'
-Surah Al-Baqarah ayat 45
APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
'Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..
-Surah At-Taubah ayat 111
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
'Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. '
-Surah At-Taubah ayat 129
ARGHHH AKU TAK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!
'... .. dan jgnlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.'
-Surah Yusuf ayat 12
Jumat, 22 Agustus 2008
Pulau Sentosa
Ke Bawah Laut, Ada Bajak Laut!
Kami masuk lewat jalan darat, melintasi jembatan. Hanya beberapa menit, sudah berada di resor pulau seluas hampir 400 hektare ini.
Banyak wahana persiaran di sini, taman wisata, resor tropis, cagar alam, dan pusat budaya semua digabung menjadi satu. Namun hanya beberapa yang kami singgahi. Pertama adalah Underwater World, menikmati kehidupan satwa bawah laut langsung di habitatnya.
Pengunjung hanya berdiri, lalu wahana yang dipijak akan bergerak menyusuri lorong-lorong akuarium raksasa. Ikan-ikan penghuni samudera melintas di depan, di samping dan di atas kepala, terlihat jelas karena kita berdiri di bawah sungkup kaca transparan.
Ada juga yang dipromosikan namun tak sempat disinggahi yakni Dolphin Lagoon untuk menemui si lumba-lumba merah muda yang lucu dan berbagai satwa laut menarik lainnya. Atau, saksikan lebih dari 2,500 kupu-kupu dari 50 spesies lebih, serta serangga aneh lainnya seperti serangga berwajah manusia, serangga batang, lipan raksasa, kalajengking, dan kumbang badak di Butterfly Park dan Insect Kingdom.
Sensasi paling heboh dipijat ratusan ekor ikan kecil, juga dirasakan di sini. Namanya fish reflexology. Pengunjung di sini juga antre, baik yang sawo matang maupun bule. Kaki dibasuh dulu, lalu dilap, sebelum duduk di bibir kolam memasukkan kaki sebatas betis ke dalam air. Sekejap saja, ikan-ikan kecil asal Turki dengan nama spesies Garra rufa itu datang menggelitik sekujur kaki, membuang segala kulit mati hingga kaki mulus kembali.
‘’Makin banyak ikannya, berarti kakinya makin bau tu,’’seloroh Pak Amin, pemandu kami.
Beranjak sedikit dari Underwater World, kami dibawa ke teater empat dimensi, Sentosa 4D Magix. Jennifer Wong, Manager Sales & Marketing wahana ini, antusias menjelaskan keunggulan sinema empat dimensi pertama di rantau Asia Tenggara tersebut. Kebetulan siang itu yang disajikan adalah film bajak laut The Pirates.
Dengan dilengkapi kaca mata khusus, penonton seakan berada di tengah-tengah lokasi yang ditonton. Ketika pelakon tercebur ke laut, muncratan air juga mengenai penonton. Atau saat diserang kawanan lebah, seakan lebahnya juga dekat dan sangat dekat dengan penonton, yang kadang-kadang ikut terhentak karena kursi juga bergerak seiring efek gerak-kejut di film. Adegan di laut pun memberi efek karena hembusan angin laut juga dirasakan penonton. Atau hunusan pedang sang bajak laut yang seakan dekat dengan leher kita. Seru lah pokoknya. Pantangannya, tak boleh diabadikan dengan kamera. Ya itu tadi, ntar kecipratan air.
Antrean juga terjadi saat akan menaiki Tiger Sky Tower, yang akan membawa kita selama tujuh menit menikmati pemandangan kota Singapura dan kawasan sekitarnya, termasuk nun di sana, Pulau Batam. Wahana yang naik secara vertikal ini dapat menampung sampai 72 orang dalam kabin nyaman berpendingin. Di ketinggian 131 meter di atas permukaan laut inilah terlihat kesibukan membangun kawasan baru di Pulau Sentosa ini, yakni kawasan wisata terpadu, yang di sana juga terdapat kasino.
Turun dari Sky Tower, sensasi lain sudah menunggu. Meluncur dengan kendaraan khas, luge namanya. Ada stang pengendali, untuk mengurangi kecepatan, rem, belok kiri-kanan, plus helm pengaman. Mereka mengklaim, inilah luge pertama di Asia Tenggara. Setengah go-cart, setengah toboggan, tapi memberi keseruan lengkap, luge adalah sebuah kendaraan berdasar gravitasi yang seru dan aman bagi semua usia. Dengan sistem mengemudi dan pengereman yang unik, memungkinkan Anda berjalan sesantai atau seheboh apapun sesuka Anda.
Di terminal sana, peserta ‘’racing’’ ini sudah ditunggu untuk diangkut dengan kereta kabel terbuka (sky-ride), melintasi puncak-puncak pohon, kembali ke garis start tadi.
Sebelum meninggalkan Pulau Sentosa, kami juga diajak memasuki lorong-lorong sejarah Singapura, di Image of Singapore. Di bangunan tiga bagian ini, kisah-kisah itu diceritakan ulang melalui patung-patung, diorama, animatronik serta efek-efek khusus, sejak zaman baheula hingga era terkini.
Selengkapnya..
Singapore Flyer
Terpesona di Angkasa
INILAH di antara wahana terbaru yang hadir untuk memanjakan pengunjung Singapura. Untuk menikmati panorama 360 derajat yang mempesona ke seantero Singapura dan sekitarnya. Bahkan, jika anda beruntung, sejumlah daratan negara tetangga juga bisa terlihat, seperti Thailand, Malaysia, India, dan tentu saja Indonesia.
Dari kejauhan, wahana ini mirip kincir angin raksasa dengan bentangan diameter lingkarannya sepanjang 150 meter. Terletak di Marina Bay, wahana ini berada di samping Retail Terminal yang memiliki tiga tingkat, dengan berbagai pilihan toko dan gerai makanan. Terdapat sebuah atrium pusat yang mengarah ke sebuah hutan tropis yang rimbun, dan sebuah teater terbuka yang akan menjadi panggung pertunjukan. Selain aneka rupa pemandangan, suara dan kegiatan, akan tersedia pula sebuah serambi makan minum di tepi laut sepanjang 210 meter.
Saat berada di puncaknya, di ketinggian 165 meter atau setara dengan tinggi bangunan 42 lantai, kita akan terkagum-kagum melihat pemandangan menakjubkan. Kita dapat menyaksikan pemandangan cakrawala Singapura yang mempesona: Marina Bay yang cantik, gedung-gedung pencakar langit, kerimbunan tropis, serta gemerlap cahaya dan aktivitas tanpa henti di depan kemegahan langit.
Apalagi saat kami berada di dalam kapsul full-AC dan melindungi pengunjung dari efek sinar ultraviolet itu, hari baru saja beranjak petang, di mana kesibukan lalu lintas terlihat peningkatan frekuensinya. ‘’Umumnya, waktu begini saatnya jam pulang kantor,’’ kata Hamim, pemandu kami. Kesibukan lalu lintas di jalan layang yang bersusun-susun di bawah sana, sibuknya pekerja di proyek pembangunan Marina Bay Integrated Resort, tekunnya pekerja menyempurnakan arena Formula One dan sebagainya, jelas terhampar di bawah sana.
Selengkapnya..
Ke Singapura Lagi


Sungai pun Ikut Mendulang Dolar
PERAHU pesiar belum merapat, tapi antrean calon penumpang sudah panjang. Sekelompok pengunjung yang nampak beda karena kulitnya lebih gelap dan beberapa di antaranya dengan rambut gimbal, mulai tak sabar.
Seorang di antaranya berdebat dengan petugas pengatur turun-naik penumpang. Sepertinya, rombongan itu tak sabar karena mereka belum juga dapat giliran, padahal sudah berdiri lama di dermaga di kawasan Clarke Quay, dekat Novotel itu.
Ya, berpesiar di Singapore River pada malam hari, sudah menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung Singapura. Bisa-bisanya mereka membikin sungai yang tidak terlalu besar itu, menjadi kawasan meraup dolar pengunjung.
Dari atas perahu kayu yang suara mesinnya tak kedengaran itu, pengunjung dibawa menyusuri kawasan mulai dari Clarke Quay, Central Shopping Centre, hingga menikmati eloknya pemandangan bangunan megah yang gemerlap seperti gedung Esplanade, Taman Merlion dengan latar belakang bangunan klasik Hullerton Hotel, indahnya lingkaran Singapore Flyer, dan sebagainya. Udara bersih tanpa polusi membuat penjelajahan menjadi lebih membekas.
Kawasan di sekitar sungai itu pun sama menjadi objek wisata. Berbelanja, bersantap, dan menikmati hiburan di tepi sungai! Terdiri dari lima blok gudang yang direnovasi, Clarke Quay yang kami kunjungi menawarkan alternatif unik dibandingkan dengan tempat atraksi yang umum, dengan toko-toko antik dan toko barang bekas, pasar loak hari Minggu, dan berbagai restoran dengan pilihan hidangan yang mencengangkan. Saat senja menyapa, klub-klub dansa dan pub menjadi hidup dengan alunan lagu tempo dulu sampai sekarang.
satu-satunya di Singapura yang menggabungkan makanan, perbelanjaan dan hiburan.
Di atas area seluas 23.000 meter persegi ini, terdapat lima blok perumahan dan
pertokoan, yang dikembalikan ke gaya asli mereka di abad ke-19. Daerah ini
mempunyai berbagai restoran khusus, pub dengan tema-tema tertentu seperti gaya
western ala cowboy, atau seperti rumah sakit dengan lengkap dengan selang infus dan kursi rodanya di tempat bersantap serta tak ketinggalan wine bar. Di seberang sungai terdapat sejumlah pengalaman bersantap yang menarik, tepatnya di Riverside Point.
Dari penyusuran lewat sungai juga terlihat sebuah wahana permainan untuk benar-benar menguji adrenalin yang sangat ekstrem. Di Pekanbaru, ini pernah ada ketika digelar acara A Mild Soundrenalin bulan lalu.
Di tepian sungai Singapura ini, nama wahana itu G-Max Reverse Bungy. Dirancang dan dikembangkan di New Zealand delapan tahun yang lalu, G-Max adalah kendaraan ekstrem pertama di Singapura.
Selengkapnya..
Singapura Lagi, Terpesona Lagi
BERTEPATAN dibukanya rute langsung penerbangan AirAsia Pekanbaru-Singapura 14 Agustus lalu, sejumlah wartawan termasuk PEKANBARU POS ikut menikmati penerbangan perdananya. Tak cuma itu, beragam sensasi juga menghiasi hari-hari berikutnya saat melawat sejumlah destinasi wisata di sana. Kali ini, AirAsia menggandeng Singapore Tourism Board (STB).
Resor Terpadu Marina Bay
Tak Hanya Mimpi, Bahkan Sudah Menjualnya
SAAT berada nun di ketinggian, di dalam kapsul Singapore Flyer, melihat hamparan elok kawasan Marina Bay, saya teringat saat akhir 2005 lalu ketika diundang resmi oleh pemerintah Singapura bersama sejumlah jurnalis dari Jakarta.
Ketika itu, kami bertemu dan mendapat penjelasan dari pejabat URA tentang rencana pengembangan kawasan Marina Bay ini. Juga ketika bertandang ke The URA Centre, di 45 Maxwell Road. Di markas Urban Redevelopment Authority ini, tidak hanya bertemu dengan profesional muda semisal David Tay, yang lugas dan pantas menjelaskan tentang bagaimana konsep pengembangan kawasan Marina Bay untuk lebih sophisticated lagi lima tahun ke depan. Lebih dari itu, penjelasan dengan kombinasi penguasaan teknologi terkini juga menyiratkan betapa mereka dalam beberapa hal lebih di depan dibanding rekan serumpunnya di kawasan ini.
Mereka berusaha dengan cara yang praktis untuk menjelaskan bagaimana konsep ''Singapore as a Global City.'' Maka selain melengkapi penjelasan dengan slide, kami dibawa ke sebuah ruangan khusus yang didisain sedemikian rupa sehingga dari lantai dua dapat melihat bagaimana maket besar pengembangan sejumlah kawasan di Singapura.
Jelas dari maket raksasa itu tergambar bagaimana konsep pengembangan kawasan Marina Bay misalnya, yang akan dilengkapi satu lagi jembatan, teater terapung di Singapore River, dan sejumlah fasilitas hiburan terpadu lainnya, melengkapi kawasan yang indah dengan gedung Esplanade serta Taman Merlion sebagai maskotnya ini.
URA sendiri adalah sebuah lembaga yang secara khusus melakukan kajian pengembangan daratan negeri pulau ini secara fisik, untuk bagaimana Singapura lebih punya daya saing, dan terus diperbarui, sebagai kota kosmopolitan yang disegani.
Memang banyak hal yang dijelaskan, tapi satu yang masih sangat diingat yakni akan adanya kawasan Resor Terpadu (Integrated Resort), yang di tempat kita ketika itu justru keburu layu di saat baru akan direncanakan. Ya, karena ada bau judinya itu.
Di Singapura sendiri, sudah lama dirancang berdirinya kawasan terpadu tersebut, termasuk di dalamnya fasilitas kasino. Di kawasan pengembangan Marina Bay ini lah salah satu tempatnya, selain di Pulau Sentosa. Kendati saat ini saja sudah menarik jutaan wisatawan datangberkunjung, boleh jadi ketika semua ini wujud kelak, Singapura akan makin banjir wisatawan.
Kasino hanya salah satu yang barangkali dalam anggapan banyak kalangan kita lebih banyak mudharatnya. Karenanya, itu mungkin hanya ada dalam bentuk impian. Tapi di Marina Bay Integrated Resort, jelas andalannya tidak hanya kasino doang. Dan yang pasti, itu bukan mimpi, karena geliat pembangunannya sudah terlihat dan malah sudah jauh hari ‘’dijual’’ ke mancanegara.
Di kawasan seluas 360 hentare, kawasan terpadu di Marina Bay ini dibangun secara berkesinambungan yang memungkinkan makin luas lagi wilayah down-town Singapura untuk terus mendukung negara-kota ini sebagai kawasan utama dengan pertumbuhan bisnis dan keuangan terkemuka di Asia.
Dikelilingi kawasan hijau dan perairan Sungai Singapura yang mempesona, kawasan terpadu Marina Bay akan lebih banyak lagi menawarkan kesempatan, menarik investasi baru, pengunjung, dan menjadi tambahan baru sebagai lokasi yang pantas untuk masyarakat tempatan sekalipun.
‘’Marina Bay memang dirancang sedemikian rupa yang dalam bahasa lebih simpel disebut sebagai Tempat Peranginan Terpadu pilihan,’’kata Pak Amin, pemandu kami yang bernama lengkap Mohamed Hamim.
Pak Amin tak berlebihan karena memang di sana kelak terdapat hotel kelas dunia, ruang konvensi yang mewah, arena hiburan dan fasilitas pertunjukan serta kasino, yang dalam promosinya disebut sangat bergaya Las Vegas, plus pusat perbelanjaan untuk merek-merek ternama.
Masyarakat dan pengunjung lokal sama-sama bisa menikmati taman, tempat berjalan di tepi perairan dan menjadi saksi banyaknya peristiwa dan perayaan yang diadakan di kawasan Marina Bay yang selama ini lebih dikenal dengan ikonnya Taman Merlion serta gedung Esplanade yang mirip kulit durian itu.
Selengkapnya..
Jumat, 20 Juni 2008
Pendidikan 2
Terpuruk
Oleh Amzar
KETIKA Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian tuntutan agar anggaran untuk bidang Pendidikan di APBN 2006 ditambah hingga mencapai 20 persen dari yang sekarang hanya
''dijatah'' 9,1 persen, saya teringat sebagian materi diskusi dengan Mendiknas Bambang Soedibyo di Graha Pena Batam, penghujung tahun lalu.
Ketika itu saya menyuarakan kerisauan melihat angka Human Development Index (HDI) Indonesia, yang terpuruk di angka lebih dari 100, terpaut jauh di bawah negara ASEAN lainnya.
Artinya, kendati ada capaian kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan dan pengurangan angka kemiskinan, tetap saja jarak HDI kita dengan jiran dekat, misalnya Singapura dan Malaysia kian jauh. Bisa diartikan, kualitas SDM kita secara rata-rata masih rendah.
Artinya lagi, pacuan gerak maju kita ternyata belum cukup mengejar berbagai indikator ketertinggalan di bidang pembangunan manusia dan pembangunan sosial pada umumnya.
Pertanyaan saya ketika itu, kenapa HDI kita begitu rendahnya dan adakah cara untuk mempercepat peningkatan HDI itu? Mendiknas menghela nafas sejenak, sebelum kemudian
membeberkan beberapa fakta yang ada. Satu di antaranya, ya itu tadi, belum memadainya anggaran yang disediakan untuk sektor pendidikan.
Jadi, klop dengan APBN sekarang. Sektor ini hanya dapat jatah 9,1 persen. Di Riau, angkanya sedikit tinggi, hampir 14 persen. Padahal, jelas-jelas UUD 1945 mengamanahkan jauh di atas itu.
Coba simak ketentuan pasal 31 ayat (4) UUD 1945, tegas memerintahkan Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
Tentu beragam alasan dikemukakan untuk menjelaskan kenapa hanya 9,1 persen dari APBN, mengapa ''cuma'' 13,9 persen dari APBD. Jawaban umum dari pertanyaan ini mungkin telah seringkali kita dengar dan terkadang dengan formulasi yang sangat disederhanakan.
Padahal, teori ''lingkaran setan'' menyatakan, keterbelakangan suatu bangsa hanya bisa diputus oleh peningkatan pada kualitas manusia karena pada kualitas manusialah kehidupan bisa diperbaiki. Pada lingkup ini, sektor pendidikan lah tumpuan utamanya.
Rentetannya pun, secara teoritis akan menunjang ke indikator lainnya. Bahwa, peningkatan kualitas kehidupan adalah ekses langsung dari sejumlah indikator-indikator kualitas manusia yang dicerminkan oleh produktivitas kerja dan kinerja yang hasil akhirnya terlihat pada adanya peningkatan pendapatan.
Hanya dengan kecukupan pendapatanlah kebutuhan-kebutuhan dasar bisa dipenuhi dan pada tingkatan seperti itulah hidup menjadi lebih berkualitas dan sejahtera. Sayangnya, tingkat kehidupan seperti itu belum menjadi milik sebagian besar masyarakat kita.
Oleh karena itu, jawaban rinci yang mestinya kita kemukakan ialah bahwa HDI kita begitu rendahnya karena rakyat kita untuk sebagian besarnya masih miskin, tingkat kesehatan dan
pelayanannya yang masih belum bagus, dan oleh karenanya secara sosial dan ekonomi belum merasa aman.
Bagaimana bisa meningkatkan HDI secara cepat? Sulit mencari rumusnya, karena pembangunan manusia adalah suatu proses panjang dengan investasi mahal. Di sini kadang kita
dihadapkan pada dikotomi antara human investment dengan economic investment.
Padahal sesungguhnya, baik investasi manusia maupun investasi ekonomi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Keduanya adalah keharusan dan diterjemahkan dalam wujud rencana kebijakan pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial. Kendala finansial mestinya dilihat sebagai keterbatasan yang harus disiasati secara cerdas.
Kita belum maju karena banyak indikator yang dapat mendorong kemajuan kita sebagai bangsa memang rendah. Kalau HDI kita rendah, itu fakta. Tetapi, bukan tak ada jalan untuk lebih maju.
Sebaliknya, harus diyakini, kita sebenarnya cukup cerdas untuk membuat bangsa ini lebih maju melalui kesungguhan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinyalnya ada, ketika terbuka peluang menambah anggaran pendidikan hingga 20 persen di APBN.
Merujuk APBN 2006, anggaran pendidikan 9,1 persen itu besarnya sekitar Rp 38,91 triliun. Kalau 20 persen, diperkirakan menjadi Rp 85,52 triliun. Artinya, terbuka laluan untuk juga mengatrol faktor-faktor yang bakal menopang peningkatan kualitas SDM.
Artinya, kalau lah benar pagu 20 persen itu dipenuhi, anggaran akan tersedia lebih dua kali lipat dari yang dipatok APBN. Peringkat HDI mungkin bisa membaik. Tapi, muncul kerisauan lain: peringkat jelek kita sebagai negara korup! Wah, bertemu dengan yang terakhir ini, yang terbayang adalah keterpurukan lagi!***
(Bahan Catatan Akhir Pekan di Riau Pos edisi Ahad, 26 Maret 2006)






